Cara menghitung volume kubus atau balok mungkin sudah sering kita pelajari di bangku sekolah. Namun, bagaimana dengan menghitung volume sebuah benda yang memiliki bentuk yang tidak teratur seperti kotak barang atau kontainer? Nah, untuk menghitung volume benda seperti itu, kita bisa menggunakan istilah CBM atau Cubic Meter.
Apa itu CBM?
CBM adalah kependekan dari Cubic Meter atau dalam bahasa Indonesia dikenal dengan Meter Kubik. CBM sendiri merupakan satuan volume yang digunakan dalam perdagangan internasional untuk menghitung volume barang yang akan dikirimkan.
Satuan CBM digunakan untuk menghitung volume barang yang tidak memiliki bentuk yang teratur seperti kotak atau balok, seperti halnya kontainer, drum, atau tong. Dengan mengetahui volume barang dalam satuan CBM, kita bisa menentukan berapa banyak barang yang dapat dimuat ke dalam kapal atau pesawat.
Cara Menghitung CBM
Untuk menghitung CBM dari suatu benda, kita perlu mengetahui dimensi dari benda tersebut. Dimensi yang perlu diketahui adalah panjang, lebar, dan tinggi benda tersebut. Setelah kita mengetahui ketiga dimensi tersebut, maka langkah selanjutnya adalah mengalikan ketiga dimensi tersebut.
Rumus untuk menghitung CBM adalah sebagai berikut:
CBM = Panjang x Lebar x Tinggi
Setelah kita mengetahui hasil perhitungan tersebut, maka kita akan mendapatkan nilai volume benda tersebut dalam satuan meter kubik atau CBM.
Contoh Perhitungan CBM
Sebagai contoh, kita akan menghitung CBM dari sebuah kotak barang dengan dimensi sebagai berikut:
- Panjang: 1 meter
- Lebar: 0,5 meter
- Tinggi: 0,75 meter
Maka, untuk menghitung CBM dari kotak barang tersebut, kita perlu mengalikan ketiga dimensinya, yaitu:
CBM = 1 x 0,5 x 0,75 = 0,375 meter kubik atau 0,375 CBM
Jadi, volume dari kotak barang tersebut adalah 0,375 meter kubik atau 0,375 CBM.
Perhitungan CBM untuk Barang yang Berbentuk Tidak Teratur
Untuk menghitung CBM dari barang yang berbentuk tidak teratur seperti kontainer atau drum, kita perlu mengukur dimensi dari setiap sisinya dan menghitung volumenya secara terpisah.
Misalnya, untuk menghitung CBM dari sebuah kontainer, kita perlu mengukur panjang, lebar, dan tinggi kontainer tersebut. Selanjutnya, kita perlu menghitung volume dari setiap sisinya dengan mengalikan ketiga dimensinya. Setelah itu, jumlahkan volume dari setiap sisinya untuk mendapatkan total volume dari kontainer tersebut dalam satuan meter kubik atau CBM.
Keuntungan Menggunakan Satuan CBM
Menggunakan satuan CBM dalam perdagangan internasional memiliki beberapa keuntungan, antara lain:
- Memudahkan penghitungan volume barang yang akan dikirimkan
- Memudahkan perhitungan biaya pengiriman barang
- Memudahkan penentuan kapasitas kapal atau pesawat yang akan digunakan untuk mengirimkan barang
- Memudahkan pelaksanaan proses logistik
- Meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam pengiriman barang
Kesimpulan
CBM atau Cubic Meter adalah satuan volume yang digunakan dalam perdagangan internasional untuk menghitung volume barang yang akan dikirimkan. Untuk menghitung CBM dari suatu benda, kita perlu mengetahui dimensi dari benda tersebut, yaitu panjang, lebar, dan tinggi. Setelah itu, kita bisa mengalikan ketiga dimensi tersebut untuk mendapatkan nilai volume benda tersebut dalam satuan meter kubik atau CBM. Keuntungan menggunakan satuan CBM dalam perdagangan internasional adalah memudahkan penghitungan volume barang yang akan dikirimkan, perhitungan biaya pengiriman barang, penentuan kapasitas kapal atau pesawat yang akan digunakan, pelaksanaan proses logistik, serta meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam pengiriman barang.